Ini ceritaku..

Senin, 20 Februari 2012

The Power of "man jadda wajada"

Anda bertanya-tanyakah dengan kalimat pada judul?
"man jadda wajada"
Pasti anda berpikir ini adalah bahasa Arab. Benar sekali.
Tapi, apakah artinya?

"man jadda wajada"

Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil.

Source here
Film yang mengusung sebuah "mantra" man jadda wajada ini berjudul Negeri 5 Menara dari sebuah novel trilogi karya Ahmad Fuadi based on true story yang bestseller ini mampu membuat orang penasaran dan tertarik untuk menyaksikannya. Terlebih lagi bagi yang sudah membaca bukunya.

Apakah akan sama menginterpretasikannya ke dalam sebuah film? Lebih menarik ataukah tidak?
Di sini saya sebagai orang yang telah mengetahui sinopsis atau gambaran dari isi buku tetapi belum membaca detil isinya. Karena saya pernah beberapa kali hadir dalam talkshow buku Bang Fuadi sapaan akrabnya. Saya sangat exicted dengan penjelasannya yang sangat memotivasi, ingin membeli bukunya, namun saat itu belum jadi membeli dan membacanya. Saya berpikir untuk meminjam saja punya teman. Hehehe

Tapi sampai saat ini saya belum meminjam dan membaca buku Negeri 5 Menara ini. Sampai akhirnya saya datang ke acara talkshow buku keduanya yaitu Ranah 3 Warna dan saya membelinya. Tapi sampai sekarang belum juga menamatkannya. Jadi, saya sudah sangat hapal untuk gambaran jalan cerita trilogi buku ini. Tapi tetap saja saya belum membaca sepenuhnya isi dari bukunya. Kemudian berkesempatan menghadiri screening film ini bersama VIVAnews.com. Vloggers.
Bloggers Screening Negeri 5 Menara the movie by @windddo

Saya akan mereview film ini..
Cerita berawal dari seorang anak bernama Alif yang tinggal di sebuah desa di Maninjau yang elok di tahun 80-an sangat bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan SMA di Bandung dan kuliah di ITB karena termotivasi dari sahabatnya yaitu Randai yang berhasil membuatnya iri. Karena sang ayah menyuruhnya agar ia melanjutkan sekolah di pondok pesantren Madani. Kemudian bersahabat dengan kelima teman Pondok dari berbagai daerah yang memiliki tekad kuat dan sungguh-sungguh yang menginspirasi dan mengharukan dalam mewujudkan cita-citanya.

Pesan moral.
Apa yang membuat Alif yakin dengan melupakan cita-citanya itu dengan mengikuti saran ayahnya?
Ada yang bisa diambil di sini, ucapan dari ayahnya yang intinya bagaimana kita bisa tahu, kalau belum mencobanya? Jangan hanya melihat dari luarnya saja. Siapa tahu dibalik ini adalah jalan yang terbaik. Maka cobalah, kamu akan tahu hasilnya seperti apa.

Ustadz menjelaskan dengan singkat dan penuh makna, membelah sebuah batang pohon dengan pedang yang berkarat. Apakah kuat dan bisa? Dengan susah payah dan kesungguhan, akhirnya. "bukan yang paling tajam, tapi yang sungguh-sungguh" kayu itu pun terbelah.

Banyak sekali di dalam film ini pesan moral yang dapat kita ambil. Akan sangat menginspirasi karena semangat mereka.

Hanya dengan kata kita dapat merubah dunia.
Kalau mau dipimpin, harus siap menjadi pemimpin.
Pengabdian seorang ustadz untuk mengajar di Pondok yang tidak digaji. Tidak menjadikan lahan penghidupan, tetapi mereka menghidupkan generasi dengan ilmu yang dimiliki untuk banyak orang.

Keharuan.
Saya sempat meneteskan air mata saat Alif lolos ujian masuk Pondok. Saya jadi ingat pengalaman saya dahulu. :">
Saat Baso rela pergi meninggalkan Pondok karena neneknya yang sakit.
Alif yang tidak jadi pergi meniggalkan Pondok.

Kelucuan.
Hukuman tarik telinga berantai. Hahahaha
Baso yang tidak tahan melihat wanita dengan menyebut "astaghfirulloh".

Kesimpulan.
Di awal, mata kita akan dimanjakan dengan keindahan desa. Banyak bagian cerita yang menginspirasi, mengharukan hingga meneteskan air mata. Bagus dan layak ditonton, hanya sayang sekali saya katakan kurang "greget" apa saja itu?

Ketika pentas seni di akhir, saya kurang mengerti arti dari ceritanya.
Sebelumnya tampil break dance yang terkesan di luar tahun 80-an.
Jadi kaget karena perbedaan yang signifikan.
Terlalu cepat saat kemudian mereka telah sukses.

Inilah komentar dari saya yang belum detil dengan isi bukunya karena belum membacanya tetapi telah mengetahui sinopsis atau gambara ceritanya. :)
Mungkin, bagi mereka yang telah membacanya akan lebih paham dengan filmnya.
Nilai dari saya 8/10.

Terima kasih. ^^ MAN JADDA WAJADA!
@KancutKeblenger dan Aktor serta penulis Negeri 5 Menara.

6 komentar:

  1. menarik nih, sayangnya baru awal maret barus bisa nonton..

    salam kenal dan follback ya..

    Revolusi Galau

    BalasHapus
  2. gw baru baca novelnya tinggal nunggu filmnya.. =D

    BalasHapus
  3. Man jadda wajadda. Emang bener sekali. Siapa yang bersungguh sungguh akan berhasil sob. Believe it or not.
    Termasuk novel negeri 5 menara itu juga digarap dengan sungguh2 pastinya.

    BalasHapus

Tuliskan apa yang kamu ingat dan kamu rasakan! Terima kasih telah membaca dan komen di sini.. Titik dua-tanda bintang deh buat kamu. :p
Mau komen? tapi gak tau caranya? ketik aja dulu di box, terus pilih pake akun yang lo punya, deh! gampang, kok! Ayo, komen.. gak usah malu-malu gitu ihhh :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...