Ini ceritaku..

Rabu, 04 September 2013

Air Mata yang Tertahan part 1

Terbangkan saja topi toganya!
Baru saja kuterbangkan topi togaku setelah acara itu selesai. Hari yang ditunggu-tunggu banyak mahasiswa untuk terbebaskan dari kata 'kuliah' dan 'tugas'. Akhirnya, pada hari itu aku merasakannya. Selasa, 27 Agustus 2013, tepat seminggu setelah kelulusanku diumumkan dalam acara yudisium dengan menerima surat keterangan lulus dan traskrip nilai selama 6 semester yang sudah kutempuh di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II jurusan gizi, WISUDAAA!!!.


Telah melewati sidang yang banyak ditakuti oleh seorang mahasiswa dan menyelesaikan sesuatu yang sangat ingin dihapuskan untuk mahasiswa sebagai syarat kelulusan, yaitu skripsi atau di tempatku disebut dengan KTI (Karya Tulis Ilmiah). Sebuah penelitian adalah sangat berharga. Persyaratan kelulusan ini tidak boleh ditiadakan! karena kemajuan sebuah negara adalah dari warganya yang berpendidikan memiliki banyak penelitian baru. Harus bangga punya sebuah penelitian. Perjuangan dalam sidang dengan tekanan batin, hingga jatuh juga air mata yang tidak diharapkan dan rasa iba yang ada pada penguji untuk meluluskanku. Terima kasih, Pak, Bu. Kalian sangat berjasa atas kelulusan sidangku ini yang menentukan semuanya.

Berangkat sebelum adzan subuh berkumandang ke salon, untuk kedua kalinya aku didandani (make up) setelah sekian lama pada saat acara karnaval TK (Taman Kanak-kanak) yang menggunakan sanggul dan baju adat, berpasangan dengan teman laki-lakiku. Kini, aku berkebaya yang sudah dipersiapkan untuk acara khusus ini. Beli kebaya di PGC (Pusat Grosir Cililitan) yang sebelumnya ingin lebih murah mencari di pusat grosir terbesar yaitu Tanah Abang, tidak jadi. Total pengeluaran untuk kebaya beserta bawahannya dan juga jilbab bahan metalik sejumlah Rp285.000, sudah mentok tidak dapat dikurangi lagi. Pedagang di PGC kompak, tidak ada yang mau untuk sedikit menurunkan harga. Lalu, aku, Mamak, Bapak dan Mas pergi untuk makan bakso bersama.

Perbedaan dengan masa lalu saat TK, aku tidak menggunakan sanggul, yakni jilbab dan tidak ada pasangan yang datang bersama dalam acara tersebut. Sedih. Akhirnya, aku dan Mamak solat subuh di salon, baru segera perias mendandani ku dengan cepat. Hingga Mas dan Bapak yang sudah merasa lama menunggu ku sampai pukul 05.40. Lewat dari perjanjian awal untuk berangkat yaitu pukul 05.00. Suasana pagi itu mencekam, karena takut telat dan tidak boleh masuk. Aku juga diomeli Mas. Semua diam, sampai di pertengahan jalan tol, aku mulai mencairkan suasana. O iya, dandanan perias salon ini kurang rapi.
Kebaya wisudaku.. jilbab kurang panjang :(
Pukul 07.05 kami sampai di gedung JCC (Jakarta Convention Center), turun, langsung berfoto bersama dengan ahli foto jalanan yang kami tertarik karena hanya Rp25.000 satu foto dan sudah rapi diedit dengan latar yang biasa dalam acara wisuda. Daripada foto di dalam gedung yang dua kali lipat harganya. Nanti akan dikirim dan dibayar di rumah. Tapi sampai saat ini juga Mas foto itu tak datang ke rumah. Mungkin beberapa hari lagi.

Menuju plenary hall JCC, banyak sekali pemburu foto-yang-nanti-dicetak-lalu-disamperin-dan-minta-bayaran, aku pura-pura tidak lihat saja, biar candid. Aku mengantar Bapak dan Mamak naik ke lantai dua, Mas menunggu di mobil, kasian.

Acara wisuda dimulai pukul 08.00 dengan berbagai susunan acara dan lagu-lagi yang indah yang dinyanyikan tim paduan suara juga kami, wisudawan. Saat menyanyikan lagu I Have a Dream sebagai penutupan acara, aku tak kuasa mengeluarkan suara, suara tertahan karena ada air mata yang ingin keluar, betapa aku punya impian. Kini, satu terselesaikan yaitu sudah sah menyandang gelar dibelakang nama dengan ___, AMG (Ahli Madya Gizi) dan masih banyak impian lain yang harus aku capai.
Akhirnya wisuda, Maaakk!
Akhirnya wisuda, Paaakkk!
Itu abangku, mirip, nda?
Dunia kerja sudah menantiku. Aku ingin kerja. Mengabdikan ilmu dan membantu orang tua. Aku harus membayar 'utang'-ku pada orang tua atas biaya yang mereka keluarkan untuk membesarkanku hingga sekarang, walaupun diangsur setiap bulan. Ingin rasanya setiap bulan aku memberikan penghasilanku kepada orang tua, berapapun itu.

4 komentar:

Tuliskan apa yang kamu ingat dan kamu rasakan! Terima kasih telah membaca dan komen di sini.. Titik dua-tanda bintang deh buat kamu. :p
Mau komen? tapi gak tau caranya? ketik aja dulu di box, terus pilih pake akun yang lo punya, deh! gampang, kok! Ayo, komen.. gak usah malu-malu gitu ihhh :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...